Jumat, 28 Februari 2014

MUTIARA BATU ALAM


JENIS JENIS BATU ALAM YANG PERLU ANDA KETAHUI

Beragam jenis batu alam telah banyak digunakan sebagai material atau ornamen dekorasi hunian baik interior maupun eksterior. Penggunaan batu alam untuk kebutuhan dekorasi rumah semakin populer dan diminati seiring dengan berkembanganya ide-ide tentang bagaimana membuat hunian menjadi tempat yang indah dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga. Penggunaannya pun tidak hanya sebatas ubin untuk lantai atau dinding. Saat ini, beberapa jenis batu alam juga diminati sebagai material untuk membangun taman maupun kolam di rumah. Tujuannya tentu saja untuk memberikan sentuhan alami pada taman maupun kolam dan menambah nilai estetika demi keindahan dan kenyamanan sebuah hunian. Berikut kita bahas jenis-jenis batu alam yang perlu anda ketahui.


Batu Lempeng

Batu templek, dikenal juga sebagai batu lempeng, merupakan salah satu jenis batuan andesit yang terbentuk dari aktivitas vulkanik dengan bentuk berupa lempengan atau lembaran. Warna paling dominan untuk batu templek atau batu lempeng ini adalah hitam walaupun ada sebagian yang hadir dengan warna coklat tua. Batu jenis ini telah digunakan selama bertahun-tahun terbukti dari banyaknya bangunan tua yang menggunakan batu jenis ini di bebarapa bagian bangunannya seperti dinding maupun tembok pagar.

Ada beberapa metode pemasangan batu templek yang digunakan oleh masyarakat saat ini. Yang pertama adalah metode konvensional yaitu dengan penampang luas berada di bagian luar. Biasanya metode ini digunakan untuk dinding atau bagian lain dengan luas tertentu dan batu templek terpasang menempel di atasnya. Metode kedua adalah memasangnya secara bertumpuk. Metode ini sering disebut sebagai susun sirih. Metode pemasangan kedua inilah yang saat ini sedang populer dan cocok untuk diaplikasikan pada taman atau kolam di rumah.



Lempeng Hitam




Lempeng Abu - abu


Batu Candi

Batu alam candi yang berwarna hitam serta bertekstur kasar dan keras merupakan batu alam yang juga sering disebut sebagai batu candi. Hal ini karena kemiripan karakter batu batu ala mini dengan batu batu yang biasa ditemukan pada bangunan candi. Untuk saat ini, bebatuan alam candi juga sangat populer untuk dijadikan salah satu pilihan bahan bangunan, baik untuk bangunan bergaya arsitektur klasik maupun kontemporer. Warna hitam pada batuan candi sangat cocok untuk melengkapi desain arsitektur bergaya klasik dengan kesan alami yang kental ditimbulkan. Pada bangunan bergaya arsitektur minimalis pun batu alam candi dapat membaur dengan baik dengan teknik pemasangan serta pola potongan batu yang tepat.

Batu alam candi merupakan batu yang terbentuk dari lava gunung merapi yang mengeras. Batu alam yang hitam dengan tekstur kasar ini memiliki kekuatan yang luar biasa namun dapat menyerap air dengan baik karena daya porositasnya yang tinggi. Harga batu alam candi di setiap daerah memiliki sedikit perbedaan, tergantung pada tinggi rendahnya jumlah batu alam tersebut di masing masing daerah serta para pengrajin yang mengelolanya. Batuan alam candi biasanya dijual dalam bentuk potongan halus atau potongan tidak beraturan atau bongkahan dengan ukuran 10×20 cm hingga 20×40 cm. Harga yang ditawarkan untuk batu candi adalah berkisar antara 60.000 70.000 per meternya.

Semakin meningkatnya popularitas batu candi sebagai pelengkap arsitektur dikarenakan oleh sifat batu alam candi tersebut yang bisa membawa suasana alam yang sejuk dan menenangkan ke dalam sebuah bangunan. Itulah mengapa batu candi dipilih sebagai bahan bangunan untuk membuat kolam, pagar, taman, dinding kamar mandi dan bagian bagian lain dari sebuah bangunan. Pada umumnya, batuan andesit candi ini dipakai untuk memperindah eksterior dan juga lebih dipilih karena daya tahannya yang sangat baik terhadap perubahan cuaca di luar bangunan. Selain itu, perawatan batu candi juga cenderung lebih mudah. Anda hanya perlu melapisi permukaannya dengan coating khusus batu alam agar warna alami batu candi ini lebih terlihat dan juga menjadi lebih awet.

Harga batu alam candi yang sedikit lebih mahal dibandingkan keramik tidak akan membuat Anda merugi atau menyesal setelah beberapa tahun ke depan. Batu candi yang lebih keras tentu saja akan lebih awet dibandingkan keramik atau bahan bangunan lainnya. Selain itu, bebatuan andesit ini juga tidak memerlukan perawatan yang khusus serta tidak mudah berlumut seperti dinding semen biasa. Jadi, membangun dengan menggunakan bebatuan andesit candi bisa menjadi cara berinvestasi tersendiri bagi Anda karena lebih sedikitnya biaya yang akan Anda keluarkan selama bertahun tahun setelah pembangunan. Agar biaya pembangunan dapat sedikit ditekan, mungkin Anda bisa memilih batu candi dengan potongan lebih kecil dan berharga lebih murah.



Batu Candi


Batu Coral


Batu koral sikat adalah jenis batu alam yang butiran-butiran cukup kecil. Batu ini terdiri dari beberapa jenis yang berbeda yang merujuk pada nama alas batu seperti Flores, Alor, Bengkulu, Timor, dan Lampung. Masing-masing jenis memiliki ciri khas yang berbeda terutama dari segi warna.
Batu koral sikat dapat diaplikasikan untuk kebutuhan yang berbeda pada hunian. Batu ini dapat digunakan sebagai material untuk lantai, dinding dan lain-lain. Untuk kebutuhan taman, batu koral sikat dapat digunakan sebagai batu tabur pada taman kering. Batu ini juga dapat digunakan sebagai material untuk menciptakan mosaik karena warnanya yang beragam.



Batu Koral


Jenis - jenis batu koral :




Batu Koral


Batu Koral Pancawarna ( Lima macam warna, memilki diameter kurang dari 0,5 cm )
Bali Clay ( Warna telur asin bintik - bintik, memilki diameter lebih dari cm )


Hitam Alor ( Wrna hitam pekat, memilki diameter dari 1 cm - 5cm )



Hitam Bengkulu 9 Warna hitam kehijauan, memilki diameter dari 1 cm - 5 cm )



Putih Ambon ( Warna putih mengklit, memiliki diameter dari 1cm - 5 cm )

Batu Palimanan


Batu Alam Palimanan adalah suatu jenis batuan sedimen atau batu endapan. Batuan ini terbentuk dari proses pengendapan (sedimentasi) lapisan tanah dan zat-zat kimia yang dihanyutkan oleh air.

Di Indonesia jenis batuan sedimen banyak di jumpai di daerah-daerah pegunungan / perbukitan seperti Cirebon, Majalengka, Kulonprogo (Yogyakarta).




Batu Palimanan Putih



Batu Palimanan Kuning



Batu Palimanan RTA

Batu Andesit susun sirih, Batu Andesit Bakar


Andesit adalah suatu jenis batuan beku vulkanik dengan komposisi antara dan tekstur spesifik yang umumnya ditemukan pada lingkungan subduksitektonik di wilayah perbatasan lautan seperti di pantai barat Amerika Selatan atau daerah-daerah dengan aktivitas vulkanik yang tinggi seperti Indonesia. Nama andesit berasal dari nama Pegunungan Andes.

Batu Andesit merupakan jenis batu dari sekian banyak bebatuan yang terjadi akibat sedimentasi. Batu ini mempunyai tingkat kekerasan (density) yang sangat tinggi dan porousitas yang rendah sehingga tekstur batu ini sangat halus. Umumnya jenis batu ini berwarna gelap/hitam dan keras.

Batu andesit banyak digunakan dalam bangunan-bangunan megalitik, candi dan piramida. Begitu juga perkakas-perkakas dari zaman prasejarah banyak memakai material ini, misalnya: sarkofagus, punden berundak, lumpang batu, meja batu, arca dll.

Di zaman sekarang batu andesit ini masih digunakan sebagai material untuk nisan kuburan orang Tionghoa, cobek, lumpang jamu, cungkup/kap lampu taman dan arca-arca untuk hiasan. Salah satu pusat kerajian dari batu andesit ini adalah Magelang.

Pusat kerajinan dan pemotongan batu Andesit juga terdapat di daerah Salam, Magelang, Jawa Tengah. Batu ini Sangat cocok untuk menghadirkan kesan natural yang klasik di dalam rumah Anda. Terdapat dua macam batu Andesit yang kami tawarkan yaitu Batu Andesit Bintik dan Batu Andesit Polos





Batu Alam Alur Matahari


Batu Alam Andesit Alur Lurus



Batu Alam Andesit Alur Catur



Batu Alam Susun Sirih GK ( Gunung Kuda )



Batu Alam Susun Andesit Sirih Polos



Jika anda ingin mendapatkan harga Batu Alam dengan harga yang murah Hubungi kami Hotline :

BAPAK SAHRUL AHMAD RIFAI DAN BAPAK MUHYIDIN :

08572529603 (IM3) , 081229000140 (TELKOMSEL)
Jalan Sendang Mulyo Raya


penjualanbatualam@blogspot.com